Kamis, 10 Maret 2011

Beramal melalui imfaq sodaqah jariyah dan ilmu agama dan do'a anak sholeh.

Syariat yang dibenarkan dan mendapat ridho Allah Swt. adalah syariat yang dibawakan oleh Nabi Allah  Rasulallah Saw.Nabi Muhammad shollalohu alaihi wasallam,setelah itu tidak ada lagi syariat yang syah.

Rasulullah Saw.telah bersabda: Iza mata alal insan inqotoa amaluhu, illa salasin yati shodaqah wakap jariah,Au ilmin yuntafaqubihi, waladhun sholihun yad'ulahu;Yang artinya:Apabila seorang manusia mati( meninggal dunia) maka putuslah amalannya kecuali tiga (3) Perkara.                                                                             Yaitu

(1) Pertama Imfaq shodaqah wakap yariyah yaitu menyisihkan/ menyerahkan sebagian hartanya (menurut sunnah minimal 1/3 harta yang dimiliki sudah cukup besar)kepada orang atau suatu Badan hukum yang dipercaya/ amanah wujudnya bisa berupa Yayasan untuk dipergunakan membiayai pembangunan dalam kegiatan keagamaan yang sifatnya permanent(awet).misalnya membangun sarana sekolah untuk kegiatan pendidikan dalam rangka berpartisipasi aktip/pasip dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.
Kegiatan ini akan mendapat Pahala dari Allah Swt,.tidak akan putus putusnya selama lamanya bahkan sampai meninggal dunia sekalipun, Pahala ini akan terus mengalir kepada donatur selama kegiatan pendidikan berlangsung sampai hari kiyamat sekalipun.

Yang kedua (2)KegiatanPendidikan yang dilaksakan oleh para guru sebagai tindak lanjut pembangunan sarana sekolah termasuk para pengurus yang ikut aktip/pasip terselegaranya kegiatan pendidikan dalam rangka partisipasi mencerdaskan anak bangsa, Ini juga  Para Guru tersebut termasuk pengurus mendapat Pahala yang berlipat ganda ter - lebih lagi jika anak didiknya berhasil menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara serta menjadi anak yang sholih.                                                                                              

Yang ketiga(3)Waladhun sholihun yad'ulahu yaitu anak yang sholiah yang mendo'akan, Artinya orang yang berinfak shodaqah kemudian berhasil mendidik anak anaknya baik melalui tangannya sediri maupun melalui para pendidik( para guru tsb diatas) menjadi anak manusia yang sholih, maka do'a anak sholih tersebut terkabul ( diterma ) bila anak tersebut mendo'akan atau memohonkan ampunan atas dosa dosa orang tuanya.
Demikian sabda nabi Muhammad saw.hadits ini diriwayatkan oleh Buhari Muslim dengan ma'na shahih artinya tidak bertentangan dngan Al-qur'an maupun hadits hadist lainnya.

Sidang pembaca yang budiman (yang berkeinginan mendapat rachmat dan magfirah dari Allah Swt).suatu kesempatan yang bernilaikan emas, satu- satunya jalan yang haq yang tidak bertentangan dengan dalil manapun adalah Tiga perkara dalam hadits tsb diatas yaitu beribadah memperhambakan diri melauli Infaq shodaqah, memberikan ilmu yang bermanfaat sehingga terciptanya anak yang sholih yang do'anya dikabul oleh Allah Swt.dengan ini:                                                                                                                          

Kami pengurus Yayasan Pendidikan At-Toyyibiyah yang beralamat Kmp.Galumpit desa Tarunajaya kecamatan Sukaraja kabupaten Tasikmalaya membuka kesempatan kepada Donatur, kaum Agnia yang berkeinginan membangun imannya melalui infaq shodaqah jariyah yaitu ikut berpartisipasi dalam pembangunan ruangan sekolah sebanyak 3 lokal yang biayanya diperkirakan 250 juta rupiah dengan rincian biaya bisa chek langsung kealamat tsb ditatas.Infaq,shodhaqah Jariyah bisa dititipkan melalui Bank BRI  Cab.Ujungberung Rek.0354-01-014338-50-1 Atas nama Dadang Yuswara Hp.0813.22.313.370 alamat Jl.Terataimekar II No.6 Panghegar Bandung Jawa Barat Indonesia. selaku perwakilan pengurus Yayasan Pendidikan dan sosial At-Toyyibiyah.
Atas nama Yayasan kami mengucapkan zazakallahu hairan kasira semoga Allah Ridho atas amalannya amin!.
Untuk cek hubungi hp.mang yed 6285223454275

Jumat, 04 Maret 2011

hadits yang sahih tidak bertentangan dengan Al-qur'an

Dalam hadits ada tiga kesimpulan yang  kita dapati :
1. Shahih dari sisi periwayatannya, artinya tidak terdapat cacat sedikitpun.
2. Shahih dari sisi matannya,( Isinya,ma'nanya tidak bertentangan dengan prinsip prinsip keadilan yang tertuang dalam Al-qur'an.).
3. Tidak bertentangan dengan pemikiran yang jernih, yaitu bersih dari sifat syirik, qultus dan hadits itu tidak bertentangan dengan hadits hadits yang bersumber dari yang lainnya, baik dari sisi perawinya maupun matannya.

Jadi sebetulnya tidak sulit untuk menentukan hadits itu shahih atau dhaif.
Dengan memperhatikan tiga prinsip tersebut diatas dapat dibenarkan asalkan cara mempelajarinya dilaksanakan dengan penuh keseriusan dan kehati-hatian, inilah yang dimaksudkan kata Nabi saw. "Innamal a'malu  bin niyat ".

yang artinya segala amalan akan sangat tergantung pada niyatnya lebih ditekankan khusus didalam perkara adat bukan didalam perkara ibadat.( dalam perkara yang harus melibatkan logika ).
Untuk meyakini bahwa pendapat kita itu memdekati kebenaran maka harus juga mengerti kultur dan bahasa, karena Al-qur'an dan juga hadits asalnya ditulis dalam bahasa Arab,jadi mutlak harus juga mengerti bahasa Arab sebagaimana firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 4 " wa ma arsalna min rasulin illa bilisani qaumihi, liyubayyina lahum fayudhillullahu man yasyau wa yahdi man yasyau wa hual azizul hakim.Yang artinya Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan dengan bahasa kaumnya supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka, Maka Allah menyesatkan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Bijaksana.

Senin, 28 Februari 2011

kedudukan taubat dan do'a

Surat Al-Baqarah ayat 286 yang artinya Allah tidak membebani sesorang kecuali sesuai dengan kemampuhannya,ia mendapat pahala dari apa yang ia kerjakan dan ia mendapat siksa/sangsi dari dosa yang ia lakukan.demikian juga dalam suarat An-nazam ayat 39 dan surat Ya-syin ayat 54 yang artinya semakna dengan surat Al-Baqarah 286 kalau dihubungkan dengan taubat dan do'a seolah olah ayat ayat ini tidak ada toleransi bahwa taubat dan do'a tidak ada gunanya.

Yang dimaksud mendapat siksa dari dosa yang ia lakukan itu,maksudnya dosa yang terbawa mati yang belum sempat bertaubat.sedangkan do'a ada waktu waktu yang mustajab untuk ber do'a misalnya ketika selasai penguburan zenazah,selesai sholat pardu,ketika sholat tahazud dan masih banyak lagi tempat yang mustajab untuk berdo'a.

Jumat, 18 Februari 2011

Mengerti dan memahami hadits

Mengerti hadits dan memahaminya tak kalah pentingnya dengan memahami Al-qur'an.kita tidak akan bisa melaksanakan perintah ibadah tanpa mengetahui, dan ini dijelaskan( perintah ibadah itu) oleh hadits,contoh peritah sholat dari Al-qur'an (aqimis sholat) dan hadits  yang menjelaskannya.(shollu kama roaitu umuni yusholli) sholatlah kalian sebagaimana aku mengerjakannya.

Akan tetapi kita juga harus memaklumi keberadaan hadits itu ada yang derajatnya shahih( syah ) ada juga lemah ( daif ) maklum hadits pada jaman Rasulallah saw. dilarang dicatat (alasannya supaya tidak bercampur dengan ayat-ayat Al-qur'an),yang pada waktu itu penulisan sarananya belumlah lengkap seperti sekarang (tulis menulis dan catat mencatat hanya didaun lontar,kulit kambing dan kadang ayat ditulis pada tulang binatang yang dikeringkan.

Terpeliharanya sebuah hadits tergantung kepada kemampuhan daya ingat para shohabat yang menerima hadits itu melalui   pendengaran dan penglihatan sohabat tsb.dan kemampuhan intelektual dari para shohabat tidak sama.
Hadits baru ditulis dan dibukukan diperkirakan setelah para shohabat berusia lanjut oleh para kuli tinta atau Imam yang berkepentingan akan pentingnya hadits yang disadari atau tidak hadits adalah sebagai sumber hukum yang kedua setelah Al-qur'an.

Ketika hadits-hadits itu diburu oleh kuli tinta pada masa itu para narasumber( shohabat nabi) tidah selalu ada di kota Mekah atau Madinah dikarenakan para shohabat banyak yang ditugaskan menjadi pejabat atau menjadi delegasi diluar wilayah Mekah/Madinah sehingga hadits ditulis agak terlambat mengingat tranportasi pada waktu itu baru ada kuda,unta dan melalui pelayaran dilaut.

Sebagaimana disebutkan diatas bahwa kedudukan hadits itu ada yang derajatnya shahih ( syah )dan ada pula yang derajatnya lemah ( daif ) akan tetapi pakta dan realita tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan ibadat, artinya mau memakai hadits yang manapun monggo, mau pakai hadits yang shahih lebih utama. Yang berhaq menilai adalah .Allah Swt. dari sisi ikhlasnya dan yang mencatat adalah malikat , (jadi semuanya  gaib).

Sehingga menjadi dalil bahwa : menolak salah satu hadits dengan alasan yang rational tidaklah dituduh orang itu mejadi kafir ( kufur ) akan tetapi menolak salah satu ayat Al-qur'an maka dihukuman kufur dan orangnya menjadi kafir.

Kesimpulan tidaklah bijak malah termasuk dholin bila masih ada orang yang bertengkar memperebutkan
kamilah yang paling benar didalam beribadat, karena yang menilai itu Allah swt dan yang mencatat juga para malaikat dan juga penilaiannya bukan saja dilihat dari sisi syahnya saja akan tetapi juga ikhlas dan khusyu  sebagaimana Firman Allah Swt.dalam surat Al-Baqarah ayat 45 dan 46.

memahami Al-qur'an dengan benar

Innal hamda lillah,nahmaduhu wanastainuhu wanastagfiruhu wanauzubillahi min syururi anfusina wa min sayyi ati a'malina. Man yahdillahu fala mudhillalah, wa man yudlilhu fala hadiyalah.

Asyhadu alla Ilaha Illallah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasyulullah.Alla humma sholli ala Muhammad waala ali Muhammad, kama shollaita ala ali Ibrahim, wabarik ala Muhammad wa ala ali Muhammad,kama barakta ala ali Ibrahim, fil alamina innaka hamidummazid. Amma ba'du:

Segala fuji kepunyaan Allah, kita memuji kepada Allah,dan kita meminta pertolongan kepada Allah,dan kita meminta ampunan kepada Allah dan kita berlindung kepada Allah dari kekotoran/folusi jiwa kita yang senantiasa mengotori amalan ibadah kita.

Saya bersaksi tidak Illah kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Rosululloh.
Ya Allah semoga keselamatan atas Muhammad dan keluarganya seperti engkau berikan kepada Ibrahin dan keluarganya dan keberkahan kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana engkau berikan kepada Ibrahim dan keluarganya.

Ichwanul Muslimin yang semoga dikasihi Allah kalau kita memperhatikan da'wah yang disampaikan melalui dunia hayal ini sangatlah berragam sesuai ilmu yang dimiliki para da'i dan seberkas emosi yang ada padanya.
Akan tetapi sangatlah farsial tidak menyeluruh sehingga tak jarang isi da'wah itu tak jarang menjadikan ajang
perdebatan yang tidak kunjung selesai malah akibatnya berujung pada rasa permusuhan yang sangat merugikan ummat Islam itu sendiri.Ada yang menawarkan solusi akan tetapi menyimpang dari keyakinan dan hal itu pernah terjadi pada diri Rosul dan Rosul menolaknya.

Saya punya ide yang akan ditawarkan kepada anda, barangkali bisa diterima dan tidak menyinggung perasaan hati yang paling dalam,
Saya telah meneliti seluruh yang diperdebatkan itu semuanya ada dalam ibadah abadah yang hukumnya secara fikih disepakati kita ummat islam yaitu adanya diperkara hukumnya sunnah (bukal hal yang pokok ) akan tetapi tidak berarti menyepelekan ibadah sunnah itu.

Solusi terbaik menurut penulis: Yang pertama sekali yang harus diperhatikan itu didalam memberikan pendidikan kepada  ummat adalah bagaimana cara mengerti dan memahami Alqur'an.

Oleh karena Al-qur'an itu berbahasa Arab,tentu kita selain harus mengerti bahasa arab dan juga kita harus mengetahui kultur atau adat istiadat bangsa arab itu sendiri.karena ini dinyatakan oleh Allah dalam firmannya dalam surat Ibrahim ayat 4: A'uzubillahi minasysyaithonir rozim: Wama arsalna min rosulin illa bilisani qaumihi liyubayyina lahum fayudhillulahu man yasyaau wahual azijul hakim.Yang artinya :Kami tidak mengutus seorang rasulpun melainkan dengan bahasa kaumnya,supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka.maka Allah menyesatkan kepada siapa yang Ia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Ia kehendaki dan Dia lah Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha  Bijaksana.

Akan ditulis cara memahami hadits yang bijak ikuti terus blog ini di salamdayus.blogspot.com

Sabtu, 12 Februari 2011

Cara menterjemahkan Al-qur'an dengan benar

Sebelum menterjemah ayat Al-qur'an terlebih dahulu kita mesti tahu dulu apa itu Al-qur'an.
Al-qur-an adalah wahyu ( perkataan Allah yang diterima oleh Rosullullah saw).langsung dari Allah atau melalui perantaraan malaikat gibril yang dirasakan oleh nabi atau didengar yang isinya petujuk Al-qur'an sendiri memakai kata" hudan"yang esensinya sebagai petujuk ibadah.sebagaimana firmanNya " Wama holaqtul jinna wal insan illa li ya budun". artinya Dan tidak aku jadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadah.

Setiap ayat mengandung korelasi dengan ibadah, baik itu berupa larangan anjuran atau perintah untuk melaksankan sesuatu amalan dalam rangka beribadah langsung ataupun tidak langsung.
Kemudian dijelaskan oleh rosul yang berupa perbuatan atau prilaku dan juga nasihat dan ketentuan hukum misalnya hukum waris, pidana, perdata, hukum nikah, disingkat berupa hukum ibadat dan hukum didalam perkara adat.

Cara menterjemahkan Al-qur'an yang salah.
Cara cara ini dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah contoh: Mereka tidak dapat membedakan pengalaman rohani seseorang yang memiliki kemampuan panca indara yang lebih dari biasanya mereka jemaat Ahmadiyah mengartikannya sama dengan menerima wahyu,seperti yang dialamai oleh sayidina Umar dan sahabat yang lainnya,demikian juga yang dialami oleh Mirza Gulam Ahmad, beliau mengalami seperti itu beliau tidak secara terang terangan mengaku nabi, tapi bisa dilihat dari pernyataannya seperti "Barang siapa yang tidak percaya kepada wahyu yang diterima Imam yang dijanjikan( MirzaGulam Ahmad bisa dibaca dalam  Mawahib ar- Rahman,halaman 38) maka ia telah sesat sesesat sesatnya" dan ia akan mati dalam kematian jahiliyah.dia juga mengaku sebagai Al- masih Ibnu Maryam, Yang menyatakan beliau sebagai nabi adalah anaknya beliau yaitu Basirudin Ahmah.

Didalam Al-qur'an surat Ibrahim ayat 4 Allah berfirman "Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka, maka Allah menyesatkan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Dalam Kitab Tadkirah hal 519 Sesungguhnya Aku menrurunkannya dekat Kodian dengan membawa kebenaran aku turunkan dengan sebenar benarnya turun,Maha benar Allah dan rasulnya,Sesungguhnya ketetapan Allah akan berlaku.Segala puji bagi Alllah yang telah menjadikan engkau sebagai Al-Masih Ibnu Maryam.(Tadkirah637).
Mirza lakhir di Kodian dan menerima wahyu disana tapi yang mengherankan bahasa wahyunya itu bahasa arab jadi membingungkan keur saha atuh ? maenya urang kodian bahasa arab sekurang kurangnya juga bahasa India atawa hujarat ?Mirza juga mengaku sebagai Nabi Isa ( Imam Mahdi )

 Hukum ibadat asalnya tidak ada( tidak dikenal)
Hukum  ibadat yang berhubungan dengan perkara adat. seperti nikah; makan; minum,buang hajat itu semuanya perkara adat,jika ada arahan dari Al-qur'an berupa larangan dan anjuran bila ditaati menjadi bernilai ibadat dan dapat pahala.
Hukum/ aturan didalam Al-qur'an bersifat  universal, menyeluruh dan berlaku untuk semua orang yang masi hidup .

Jumat, 11 Februari 2011

bagaimana bersikap untuk membela suatu keyakinan dalam beribadat

Innal hammda lillah nahmaduhu wanas tagfiruhu wanauzubillahi minsururi anfusia wamin sayyi atia'malina.,
Man yahdillahu fala mudhillalah wa man yudlilhu fala hadiyalah, Ashadu alla ilaha illalloh wahdahu la syarikalah  wa ashadu anna muhammadan abduhu warosuluh alladzi  lanabiya ba'dah.
 Huwallazi arsala rosulahu bil huda wadinilhaq liyudkhirohu aladdini kulli wakafa billahi syahida.

Allohumma sholli ala muhammadin wa ala ali muhammad, kama shollaita ala ibrohim wa ala ali ibrohim,wa barik ala muhammad wa ala ali muhammad,kama barokta ala ali ibrohim , fil alamina innaka hamidun madzid,
Amma ba'du : Ya ayyuhal mu'minun hitaqulloha haqqo taqwa wala tamutunna illa wa antum muslimun.
Firman Allah swt.:
Al-baqarah ayat 16.
artinya                :  mereka itulah orang yang  membeli kesesatan dengan petunjuk,maka tidaklah beruntung
                             perniagaan mereka, dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
ayat ini sebagai analog dari pada sebuah pernyataan himbauan kepada mereka yang tidak mengikuti imam dalam sholat subuh dengan pernyataan hendaknya mengangkat tangan ikut meng-aminkan do'a qunut, demi menjaga ukhuah atau demi menjaga persatuan ummat,berarti mengorbankan sebuah keyakinan.

Menurut pendapat penulis : Biarkanlah pakta itu berjalan apa adanya sambil menunggu  hidayah turun dari Allah kepada mereka, belum tentu yang banyak itu benar dan belum tentu yang sedikit itu salah.
Sholat mereka yang berbeda itu kedua duanya tetap syah, kita belajar berbeda dalam satu keyakinan.

Jika hati mereka bergolak itu urusan mereka bukan urusan Allah dan rasulnya, Allah lebih mengetahui hati mereka dan Rosul bersabda : Aku tidak diutus untuk mengurusi hati mereka (yang berselisih.)

Dan ada lagi sebuah ayat untuk dijadikan pertimbangan:  Wa in tu'ti aksaro man fil ardhi yudhilluka an sabi lillah in yattabiunaddonna wa in hum illa yakhrusun, artinya : Dan jika kamu mengikuti kebanyakn orang orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah, mereka tidak lain  hanyalah  mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta ( terhadap Allah ).qur'an Al-Al'anam ayat 116.

Demikian tulisan ini dibuat sebagai penyeimbang dari pendapat yang kelihatannya bijak tapi hanyalah sebuah kekeliruan belaka, hendaknya pernyataan yang berbau syara dilengkapi dengan dalil syar'i supaya tidak berbau bid'ah.